Namaku Rani. Aku tinggal di sebuah
perumahan mewah di Jakarta. Sejak kecil aku tinggal disini. Setiap hari Papa
dan Mama pulang larut malam, sedangkan aku di rumah bersama seorang baby sitter, aku memanggilnya Mbak Tuti.
Mbak Tuti sangat baik, dia selalu menemaniku kemanapun aku mau.
Aku mengikuti home schooling, kata Mama sekolah di rumah lebih baik dan lebih
aman. Aku tidak memiliki teman karena tetangga-tetanggaku tidak pernah
mengajakku bermain. Terkadang aku ingin bergabung bersama mereka bermain di
depan rumah, tapi aku takut. Dulu aku pernah mendekati mereka untuk bergabung
bermain bersama, tetapi mereka lalu berlari menjauhiku. Sejak saat itu aku
tidak mau lagi mendekati mereka.
Aku sangat kesepian. Aku tidak pernah
keluar rumah. Papa dan Mama hanya mengajakku jalan-jalan setiap Sabtu dan
Minggu. Aku ingin pindah ke sekolah yang biasa saja, agar aku memiliki banyak
teman.
Beberapa hari kemudian Papa
dipindahtugaskan ke sebuah desa kecil di Yogyakarta. Papa berkata bahwa disana
tidak ada home schooling, jadi aku
didaftarkan pada sekolah yang biasa. Aku sangat bahagia, akhirnya aku akan
menemukan teman baru. Tapi, Mbak Tuti tidak bisa ikut, karena suaminya tidak
mengijinkannya ikut kami pindah ke Yogyakarta.
Mama menghiburku agar tidak terlalu
sedih berpisah dengan Mbak Tuti. Mama mengatakan bahwa disana kami akan
memiliki waktu kebersamaan lebih banyak, karena Mama akan berhenti bekerja. Aku
sangat bahagia karena aku bisa memiliki waktu yang lebih lama bersama Papa dan Mama,
tapi aku juga sedih harus berpisah dengan Mbak Tuti.
Sesampainya di Yogyakarta, aku sangat
terkejut karena rumah yang disediakan oleh kantor Papa sangat berbeda dengan
rumah di Jakarta. Rumah ini sangat kecil, hanya ada dua kamar tidur sederhana. Tetapi
aku bahagia karena bisa lebih dekat dengan Papa dan Mama.
Keesokan harinya aku berangkat ke
sekolah bersama Mama. Mama ingin menemaniku hingga selesai sekolah, tapi aku
menolak karena aku ingin mandiri. Sekolah baruku sangat sederhana. Tidak ada
fasilitas gedung yang mewah ataupun kolam renang. Aku bertemu banyak teman
baru. Disini mereka semua ramah dan baik padaku. Mereka meminjamiku buku,
mengajakku jajan, dan berjanji akan datang ke rumahku setelah sekolah usai. Aku
sangat senang.
Sesampainya di rumah, aku lalu makan
siang. Lalu, ada beberapa anak yang memanggilku dari luar. Ternyata itu adalah
Vita, Santi, dan Hendra. Mereka mengajakku bermain di rumah kepala desa. Kata mereka,
disana sekarang sedang ada perlombaan anak-anak. Kami lalu berlari menuju rumah
kepala desa. Di rumah kepala desa sudah ramai anak-anak. Aku berkenalan dengan
mereka. Aku lalu mengikuti lomba lari kelereng. Meskipun aku belum pernah
melihat perlombaan seperti itu, tapi aku menang dan mendapatkan hadiah buku
tulis dan pensil.
Meskipun kehidupan di desa ini tidak
semegah di Jakarta, tapi aku bahagia. Disini aku bisa lebih dekat dengan Mama
dan Papa. Udara di sini sejuk dan aku memiliki banyak teman.

0 komentar:
Posting Komentar